Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polda Jatim Gandeng PWNU Untuk Sukseskan Vaksinasi

Selasa, 14 September 2021 | 14.11.00 WIB Last Updated 2021-09-14T07:11:03Z

 

Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nico Afinta beserta Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim dan Rois Syuriah PWNU Jatim melakukan pengecekan vaksinasi di kalangan pelajar dan Santri di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/9/2021). 

Laporan : Salsabiila 

Editor : Budi Santoso | Kaperwil Jatim


SIDOARJO,Harian7.com - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta didampingi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH. Marzuki Mustamar dan Rois Syuriah PWNU Jatim, KH.Anwar Manshur bersama Pejabat Utama Polda Jatim serta Kapolres Sidoarjo, melakukan pengecekan vaksinasi di kalangan pelajar dan Santri di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (14/9/2021). 


Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, guna terwujudnya herd immunity di Jawa Timur.


Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nico Afinta didampingi ketua PWNU Jatim, KH. Marzuki Mustamar, Rois Syuriah PWNU Jatim, KH.Anwar Manshur, Pengurus Yayasan, Pejabat Utama Polda Jatim, dan Kapolres Sidoarjo melakukan pengecekan vaksinasi tahap pertama dengan target 6.000 dosis.


 Dibantu dengan 60 tenaga kesehatan dan berlangsung selama dua hari, vaksin yang digunakan menggunakan jenis sinovac untuk kalangan pelajar di Yayasan Pendidikan Sosial dan Ma'arif (YPM) Taman, Kabupaten Sidoarjo.


"Polda Jawa Timur bersama Biddokkes melakukan kegiatan vaksinasi di YPM, dengan jumlah 6.000 dosis yang laksanakan selama dua hari, sekarang 3.000 dosis dan besok 3.000 dosis," ungkap Irjen Pol. Nico Afinta


Ini bagian dari strategi vaksinasi dengan sasaran murid serta santri tingkat SMP dan SMA dimana dalam beberapa waktu yang lalu Polda Jatim telah melaksanakan vaksinasi kepada seluruh jajaran. 


Bersama-sama dengan PWNU, akan ditingkatkan akselerasi vaksinasi. Besok rencana akan digelar rapat. Dalam rapat ini, akan didiskusikan bagaimana mempercepat penyerapan vaksinasi di Jawa Timur


Tentunya PWNU dengan seluruh jajarannya sudah siap dalam pelaksanaanya. Dengan program ini nantinya akan mencari orang, tempat, sistem, dan mekanisme yang disepakati, sehingga nantinya hanya bisa dilakukam dropping vaksin, dimana hanya ada satu atau dua orang dari pihak Polri maupun dari Kodam


Irjen Pol. Nico Afinta menambahkan, Mudah-mudahan dalam pelaksanaannya dapat berjalan lancar, setiap kali didropping langsung habis. Sehingga ini nanti akan disebar di seluruh Jawa Timur. Harapannya, target 70% dari 31 juta yang sudah ditetapkan Pemerintah, itu akan lebih cepat dicapai oleh Jawa Timur, tentunya dengan sinergi bersama


"Mohon dukungan baik kepada masyarakat, kami akan siap selalu melaksanakan vaksinasi, ayo datang ke Bhabinkamtibmas, datang ke Babinsa, datang ke RT, RW dan melapor, nanti secara berjenjang akan disiapkan vaksin pada masyarakat," ungkap Irjen Pol. Nico Afinta



Sementara itu, terkait dengan levelering, Irjen Pol. Nico Afinta menjelaskan ada beberapa parameter yaitu respon yang dilakukan oleh suatu wilayah terhadap permasalahan angka positif, angka sembuh, dan angka meninggal. 


Respon tersebut ada tiga parameter. Yang pertama berapa banyak testing yang dilakukan, berapa banyak tracing yang dilakukan, dan bagaimana tingkat kesuksesan treatment yang dilakukan. 


"Ini selalu dievaluasi oleh Menkes dan ada beberapa daerah, misalkan kemarin Lamongan, Tuban, sudah turun menjadi level satu. Karena respon yang dilakukan terhadap permasalahan itu baik. Untuk daerah-daerah yang masih di level 3, kami harapkan melakukan hal yang sama," lanjut Kapolda Jatim


sehingga dengan terus turunnya level, kedepannya proses PTM dapat dilakukan sesuai aturan. Tetapi harus dengan vaksin baik murid ataupun guru.


Ketua PWNU Jatim, KH. Marzuqi Mustamar juga menyampaikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mensukseskan program pemerintah, baik di kalangan warga nadliyin maupun lembaga pendidikan NU dan pesantren. 


NU disamping punya satgas Covid-19 tugasnya antara lain melakukan, mendukung, dan koordinasi tentang vaksinasi. Kami terus mendorong pesantren-pesantren, lembaga pendidikan Ma'arif, Diniyah, dan masyarakat jamaah untuk terus mau menerima vaksin. 


"Alhamdulillah kami sukses, dari Polda dari Polres masing-masing rata-rata PTNU dapat ribuan vaksin," jelas KH. Marzuqi Mustamar.

×
Berita Terbaru Update