Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Turunkan Angka Stunting di Kediri, Ini Kata dr. Ahmad Khotib

Kamis, 06 Januari 2022 | 03.28.00 WIB Last Updated 2022-01-05T20:28:39Z
Istimewa.


Laporan: S Wahyuni

Editor: Budi Santoso


KEDIRI,harian7.com - Dalam rangka berupaya mencegah dan menurunkan angka stunting dan balita gizi buruk di Kabupaten Kediri, Dinas Kesehatan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa Biskuit. 


Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua tempat yang pertama di UPTD Puskesmas Puhjarak dan kedua UPTD Puskesmas Pagu (04/1/2022).


Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Eriani Annisa Hanindhito bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib.


 Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Eriani Annisa Hanindhito turut menggendong balita saat ditimbang dan memindahkannya ke tempat pengukuran tinggi badan. 


Ia bertanya kepada para orang tua, terkait kendala apa yang dialami sehari-hari dalam mengasuh anak, mencari solusi bagaimana mengasuh anak yang baik, memberikan asupan gizi seimbang bagi balita agar segera terbebas dari gizi buruk yang menyebabkan stunting.


"Sebagai seorang ibu kita harus sama-sama belajar bagaimana memberikan pengasuhan terbaik agar anak sehat bebas dari gizi buruk dan dapat menekan angka stunting di Kabupaten Kediri,"Eriani, usai kegiatan Monev tersebut.


Ia berharap sebagai mana harapan kita semua, angka stunting di Kabupaten Kediri bisa turun. Dengan diperiksa secara rutin oleh petugas medis kemudian dilakukan intervensi terkait nilai gizi sampai memiliki berat, tinggi yang ideal seusianya. 


"Saya selalu berpesan kepada ibu yang sedang hamil dan yang sedang menyusui anaknya untuk selalu makan-makanan yang bergizi dan menjaga kesehatan. Kemudian setelah anak lahir berikan ASI Eksklusif kepada anak. Banyak-banyaklah belajar agar anak bisa tumbuh sehat, cerdas dan kuat,"katanya.


Sementara, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib mengatakan, bahwa tahun ini angka stunting mengalami trend penurunan dibandingkan tahun lalu. Tahun 2021 kemarin mencapai 14,5 persen dibawah angka nasional.


"Kita harus terus berupaya lagi agar nilai stunting terus turun. Semoga dengan adanya kegiatan Monev pada hari ini bisa mendapatkan solusi untuk diterapkan di tahun 2022 ini untuk lebih menekan angka stunting," ucap dr. Ahmad Khotib.


Masalah stunting disebutkan dr. Ahmad, bahwa masalah yang multifaktorial disamping masalah makanan yang salah juga pola asuhnya yang kurang tepat. Faktor-faktor yang juga dapat menyebabkan stunting adalah angka kesakitan pada anak, bagaimana dengan sakit akan menguras energi atau kalori pada anak. Perhatikan pula kondisi lingkungan sekitar, harus kita jaga agar selalu menjadi lingkungan yang sehat.


"Perlu diketahui bahwa berkat intervensi gizi pada balita stunting yang dilakukan selama 2 tahun oleh para kader, Alhamdulillah terdapat beberapa anak yang telah terbebas dari stunting", pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update