Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rekonstruksi Kasus Perampasan Yang Tewaskan Seorang Santri Digelar, Polisi Perankan 8 Adegan Untuk Ungkap Fakta

Minggu, 23 Januari 2022 | 19.15.00 WIB Last Updated 2022-01-23T12:15:00Z
Polisi saat menggelar rokonstruksi.(Foto: Budi Santoso/harian7.com)


Laporan: Budi Santoso


NGAWI,harian7.com - Polres Ngawi menggelar  rekonstruksi atau reka ulang kasus  pencurian disertai kekerasan, hingga akibatkan seorang santri meninggal dunia.


Dalam reka ulang yang digelar, diawali dengan adegan perampasan barang berupa tas ransel warna hitam berisikan satu buah handphone merek Oppo warna putih dan satu buah handphone merek Samsung J1 Mini Prime warna putih.


Rekonstruksi yang diperagakan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisan Resor Ngawi (Polres) Ngawi, Minggu (23/1/2022), itu memperlihatkan 8 adegan yang perampasan hingga korbannya meninggal dunia.


Wakapolres Ngawi Kompol Ricky Tri Dharma didampingi Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Toni Hermawan, kepada wartawan mengatakan, hari ini digelar rekonstruksi yang dipimpin oleh penyidik Edi Nuryanto. Ada delapan adegan yang diperankan oleh petugas dalam kasus tersebut.


"Awalnya pelaku WM (14) dan MB (21) sedang minum minuman keras jenis arak jowo di dalam warung dekat pertigaan lampu merah Jl. Raya Ngawi-Caruban di Desa Tawun,"katanya.


Lalu, keduanya  mengamen di pertigaan lampu merah Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, dan melihat tiga orang santri di pinggir jalan, dimana salah satu santri membawa tas rangsel.


"Melihat ketiga orang santri menghentikan truk kemudian naik truk, tersangka MB menunjuk ke arah santri sambil berkata mengajak WM “jukuk tas ta“ dan di Jawab “sembarang,"jelas Kompol Ricky.

 

Saat truk Mitsubishi nopol K 1416 MN berjalan perlahan di tikungan lampu merah Tersangka WM berkata “Ayo” sambil lari,  karena WM berjalan pelan, kemudian WM dan MB, berhasil naik ke atas truk.

 

Setelah  WM dan MB diatas truk bermuatan Genteng dan bata tersebut, posisi ketiga santri duduk diatas bak truk samping kiri, dengan urutan posisi korban Mokhamad Falauddin duduk di depan), Abdus Salam Ahmad membawa tas rangsel duduk di urutan ke dua dan  Moh Anik duduk paling belakang.


"Tersangka MB langsung menghampiri korban Abdus Salam Ahmad, langsung merebut/mengambil  tas. Taspun berhasil di kuasai oleh MB. WM langsung menghampiri korban Moh Anik dan memegang bajunya disisi samping kanan dan kiri dengan kedua tangan, bermaksud agar santri lainya tidak membantu korban Abdus Salam Ahmad,  mempertahankan tas yang diambil paksa oleh tersangka MB,"terang Kompol Ricky.

 

Pada saat tas yang dibawa korban dierebut pelaku,  lanjut Kompol Ricky, korban terjatuh dari atas truk posisi duduk. Sedangkan korban Moh Anik dipegangi oleh WM  berusaha melapaskan pegangan hingga korban Moh Anik terjauth dari atas truk.

 

"MB melihat korban terjatuh kemudian melempar tas yang diambil dari korban, di lempar ke bawah. Lalu MB dan WM, melihat korban Moh Anik terjatuh dari atas truk berada di jalan dengan luka berdarah pada bagian kepala. Melihat kondisi korban, tersangka MB berusaha melarikan diri."


"Mengetahui kejadian tersebut, sopir truk langsung menghentikan kendaraannya lalu mengejar kedua pelaku,"terangnya.


Disebutkan Kompol Ricky, rekonstruksi digelar untuk membuat terang suatu tindak pidana dalam hal ini peristiwa yang mengakibatkan seorang meninggal dunia yang terjadi di Simpang Tiga Tawun.


"Jadi, fungsinya rekonstruksi ini untuk membuat terang suatu tindak pidana, disini kita akan memperlihatkan peran dari masing-masing pelaku, korban, saksi supaya ada kesamaan dalam BAP maupun keterangan langsung yang didapat dalam pelaksanaan rekonstruksi,"papar Ricky Tri Dharma.


Kompol Ricky Tri Dharma menandaskan, kejadian berawal dari minum minuman keras, kemudian pelaku melihat ada korban yang menggunakan handphone, timbul niatan lalu naik keatas truk, terjadi perebutan, korban jatuh dari atas truk.(*)

×
Berita Terbaru Update