Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jadikan Korupsi Musuh Bersama, Peringatan Hakordia 2021 Usung Tema "Satu Padu Bangun Budaya Anti Korupsi"

Senin, 13 Desember 2021 | 23.57.00 WIB Last Updated 2021-12-13T16:57:25Z

 

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2021 secara virtual di Lebo, Sidoarjo, Senin (13/12/2021)

Laporan : Salsabiila

Editor : Budi Santoso


SIDOARJO,Harian7.com - Dengan mengusung tema 'Satu Padu Bangun Budaya Anti Korupsi', Forkopimda Jawa Timur peringati hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2021 yang berlangsung di pondok pesantren Bumi Sholawat, Lebo, Sidoarjo, Senin (13/12/2021). 


Acara diadakan secara virtual yang diikuti oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komjen Firli Bahuri, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, Pangdam V Brawijaya di wakili oleh Kolonel Infanteri Parawita, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo, KH. Agoes Ali Mashuri, dan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo.


Ketua KPK, Komjen Pol (Purn) Firli Bahuri mengatakan bahwa acara ini merupakan apresiasi untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memiliki semangat untuk menjadikan korupsi sebagai musuh bersama. 


"Kami sampaikan apresiasi untuk Jawa Timur khususnya segenap pemerintah provinsi dan kementrian lembaga yang memiliki semangat serta tekad sama dengan KPK untuk menjadikan korupsi sebagai musuh bersama kita," ungkap Firli Bahuri.


Firli Bahuri menambahkan, semua memiliki kepedulian dan tujuan utama dan tentu sudah didasari dengan semangat kebangsaan selaku sesama anak bangsa yang punya tanggung jawab untuk mewujudkan tujuan negara.


"Dalam Undang-Undang Dasar negara Indonesia tahun 1945, disebutkan bahwa kemerdekaan atas rahmat tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, kita segenap anak bangsa memiliki kewajiban melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia," imbuhnya.


Selain itu, Ketua KPK mengatakan, kenapa temanya satu padu bangun budaya anti korupsi? Karena undang-undang korupsi sudah ada, penegak hukum sudah ada, regulasinya sudah sangat cukup, lembaga-lembaga juga sudah disiapkan. Tetapi kenapa tindak pidana korupsi masih saja ada?


"Salah satunya adalah karena budaya anti korupsi belum hidup dan masih bersembunyi, nopang di dalam setiap jiwa dan semangat seluruh anak bangsa," pungkasnya. 


Melalui kesempatan ini, diberikanlah apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur dan segenap pejabat struktural, rekan-rekan Forkopimda Jawa Timur, dan segenap rakyat Jawa Timur atas upayanya untuk tidak melakukan korupsi. 


"Pada kesempatan ini, kami merasa prihatin karena Jawa Timur sedang menghadapi bencana. Kita sungguh memahami, setidaknya ada empat persoalan kebangsaan yang kita hadapi yaitu bencana alam dan non alam, Korupsi, narkotika, dan terorisme, serta radikalisme," ujarnya. 


Tetap semangat seluruh anak-anak bangsa yang ada di Jawa Timur. Katakan untuk saat ini, bahwa kita mampu menyelesaikan persoalan kebangsaan. Kita pun mampu menyelesaikan bencana alam yang saat ini sedang kita hadapi. Kita pun mampu mengatakan dan bertindak untuk tidak melakukan korupsi. Kita pun mampu untuk membangun budaya antikorupsi.  


"Marilah kita terus berkarya untuk rakyat, bangsa, dan negara. Kita serahkan diri kita, semangat kita, komitmen kita, untuk mengabdi kepada negeri, bebaskan NKRI dari praktek-praktek korupsi," tutup Komjen Firli Bahuri.

×
Berita Terbaru Update