Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jangan Ngebut! Jalan Tol Di Indonesia Tidak Aman Untuk Mobil Berkecepatan Tinggi, Begini Penjelasanya?

Jumat, 05 November 2021 | 14.02.00 WIB Last Updated 2021-11-05T07:02:28Z
Ilustrasi.(Istimewa)


Laporan: Budi Santoso | Kaperwil Jatim

Editor: Anugrah Salsabiila


JATIM,harian7.com - Peristiwa kecelakaan mobil Pajero di KM 672, tol Jombang-Mojokerto, yang menewaskan pasangan artis Vanessa Angel dan suami, mendapat perhatian kusus dari pemerhati konstruksi jalan raya dan jalan kereta api.


Pemerhati konstruksi jalan raya dan jalan kereta api, Gatot Rusbintardjo mengatakan, perkerasan jalan dibuat dari perkerasan kaku yaitu dengan beton semen tidak aman untuk kendaraan melaju kecepatan tinggi.


"Perkerasan dengan Beton Semen tidak mempunyai Skid Resistance atau kecil skid resistance-nya. Skid resistance adalah Daya cengkeram ban dengan permukaan perkerasan jalan. Karena skid resistennya kecil atau bahkan nol,"kata Gatot Rusbintardjo, Jumat, (5/11/2021).


Gatot  menjelaskan, apabila mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan mengerem, mobil tidak akan segera berhenti, karena tidak ada daya cengkeram yang memadai antara ban dan permukaan perkerasan jalan.


"Mobil akan meluncur cukup jauh sebelum berhenti. sehingga sering terdengar mobil menabrak truk atau mobil lain yang ada didepannya," tambahnya lagi.


Dikatakan Gatot bahwa jalan dengan cor benton bukan jalan untuk kecepatan tinggi! Sehingga salah membangun jalan tol dengan perkerasan kaku.


Gatot menambahkan jalan tol yang aman ditengahnya (mediannya) harus berupa rumput dengan lebar min  2 x 5 meter dengan kelandaian 5%, seperti jalan Tol Jagorawi pada awal dibuatnya.


Dengan demikian jika ada sopir mengantuk atau mobil pecah ban, mobil tidak menabrak tembok beton, tetapi meluncur diatas rumput yang landai dan akhirnya berhenti dengan selamat.


"Sekali lagi ingat!! Jalan Tol di Indonesia adalah jalan yang tidak aman terutama untuk kecepatan tinggi,"pesan Gatot.


"Jangan bangga dapat menempuh waktu 3.5 dari Semarang ke Surabaya, tapi banggalah dapat membawa keluarga dengan selamat walaupun waktu tempuh 4.5 jam,"pungkasnya.


Sementara itu Kepala Departemen Busdep (Busines Development) and Relatoion, Astra Infra Toll Road Jombang-Mojokerto (PT MHI) Udhi Dwi Saputro mengimbau pengendara yang melintas di ruas tol Jomo (Jombang - Mojokerto) diharapkan mengutamakan keselamatan.


Salah satunya tidak memacu kendaraannya dengan kecelapan di atas 100 Km/jam. Pengendara yang mengantuk juga diminta beristirahat terlebih dulu.


Udhi menjelaskan berdasarkan informasi yang ia dapatkan, kendaraan yang ditumpangi Vanessa dan rombongan tersebut berlari dengan kecepatan di atas 100 Km/jam.


Mobil Pajero warna putih dengan nopol B 1264 BJU mengalami kecelakaan tunggal di KM 672, tepatnya di Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. (*)

×
Berita Terbaru Update