Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bentengi Pemuda Dari Narkoba dan Tawuran, Aipda "Agus Dalang" Kenalkan Kesenian Jaranan Nusantara

Selasa, 09 November 2021 | 10.18.00 WIB Last Updated 2021-11-09T03:18:06Z

 

Aipda Agus Budiono saat melatih pemuda desa Surat Mojo dalam seni Jaranan Nusantara 

Laporan : Salsabiila
Editor : Budi Santoso | Kaperwil Jatim


KEDIRI,Harian7.com - Mengenal sosok Aipda Agus Budiono, Bhabinkamtibmas Desa Surat, Polsek Mojo, Polres Kediri Kota yang punya concern terhadap pelestarian budaya.


Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota polisi, dia menjalankan tugas pembinaan  sekaligus membentengi pemuda desa dari jeratan narkoba dan perkelahian antar perguruan silat.


Polisi yang tenar dengan sebuatan 'Agus Dalang' ini berdinas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Surat, Polsek Mojo, Polres Kediri Kota yang totalitas dalam mengembangkan seni tradisional Jaranan serta mendirikan Sanggar Kesenian Jaranan Nusantara. Tidak hanya itu, dia selalu berusaha menyempatkan hadir saat pemain jaranan manggung.


"Selalu hadir untuk memberikan semangat dan bantuan moral. Kalau untuk urusan melestarikan tradisi, atasan ndak mungkin marah to," ungkap Aipda Agus Budiono.


Bapak dua anak tersebut juga hadir ketika mereka berlatih seminggu sekali di akhir pekan. Kebetulan, tempat latihan di Sanggar Kesenian Jaranan Nusantara yang terletak di samping balai desa Surat Mojo. Tak jarang aparat desa mulai bapak lurah sampai Pak RT juga turut hadir


Namun, perjalanan mengurus Sanggar Kesenian Jaranan Nusantara bukan tanpa kendala. Bripka Agus Dalang menemui banyak kesulitan untuk mengajak pemuda desa agar melestarikan budaya apalagi sekarang ini banyak sekali budaya luar yg masuk ke Indonesia.


Meski begitu, Agus Dalang tidak mau main-main dalam mengurus sanggar. Saat ini sanggar tersebut memiliki 100 anggota yang mayoritas dari pemuda Desa Surat Mojo. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai penggiat seni, pegawai, anak sekolah, hingga mahasiswa.


Ada juga anak jalanan yang bergabung, tak pelak dibutuhkan tenaga ekstra untuk mengawasi mereka satu per satu. Agus Dalang tidak ingin anggotanya, khususnya anak-anak terlibat dalam pusaran kelam obat-obatan terlarang.


"Sebaliknya, kesenian harus bisa menjadi wadah bagi mereka untuk berbuat lebih baik. Dulu ada yang sukanya minum pil koplo," pungkasnya.


Aipda Agus Dalang tak lantas memenjarakan anak tersebut. Dia memilih untuk menampungnya di sanggar itu dan secara perlahan, anak tersebut dibina untuk ikut melestarikan budaya.


”Alhamdulillah, dia sekarang sembuh dan tidak kepikiran kembali menggunakan pil koplo atau narkoba,” tuturnya.


Pendekatan yang digunakan memang didasarkan semangat kekeluargaan. Meski bertubuh kekar, Agus Dalang sebenarnya adalah sosok yang lembut.


Dimasa Pandemi saat ini kami fokuskan dalam hal pembinaan dan terus mengasah kemampuan, walau untuk pertunjukan masih dilarang dikarenakan pencegahan penyebaran Covid, namun untuk latihan rutin tetap diadakan sebagai sarana silaturahmi serta Himbuan Kamtibmas.

×
Berita Terbaru Update