Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lakukan Ground Breaking Pembangunan Smelter PT.Freeport Indonesia, Jokowi Sebut Akan Jadi yang Terbesar di Dunia

Selasa, 12 Oktober 2021 | 18.41.00 WIB Last Updated 2021-10-12T11:52:24Z

 

Kunjungan kerja Presiden RI, Joko Widodo guna laksanakan Ground Breaking Pembangunan Smelter PT. Freeport Indonesia

Laporan : Budi Santoso


GRESIK,Harian7.com - Forkopimda Jawa Timur dampingi Presiden RI, Joko Widodo bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju, melakukan kunjungan kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Manyar, Selasa (12/10/2021).


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta dampingi Presiden RI, Jokowi bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, diantaranya Menko Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri Perindustrian, Menteri ESDM dan Menteri Sekretaris Kabinet guna laksanakan ground breaking pembangunan smelter PT. Freeport Indonesia, dikawasan KEK Gresik, Provinsi Jawa Timur.  


Presiden RI, Joko Widodo mengatakan, Negara Indonesia memiliki cadangan tembaga yang sangat besar yang masuk dalam kategori 7 negara dimana memiliki cadangan tembaga terbesar di dunia. 


"Potensi yang sangat besar ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, dengan menciptakan nilai tambah yang setinggi-tingginya bagi ekonomi kita. Jangan sampai kita memiliki tambang, memiliki konsentrat namun Smelternya dan hilirisasinya ada di negara lain," ungkap Presiden Jokowi.


Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan, Inilah kenapa smelter PT. Freeport ini dibangun dalam negeri, yaitu di Gresik, Provinsi Jawa Timur. Karena ini adalah sebuah kebijakan strategis terkait dengan industri tambang tembaga setelah kita Menguasai 51% saham Freeport yang mendorong agar Freeport membangun smelter didalam negeri.


Terlihat ada nilai tambah itu di sini, sesuai yang disampaikan Menteri bahwa ini dalam masa konstruksi saja akan ada 40.000 tenaga kerja dimana yang terbuka lapangan pekerjaan ini akan banyak sekali di Kabupaten Gresik dan di Provinsi Jawa Timur. Belum nanti kalau sudah beroperasi, dengan membangun smelter di dalam negeri maka akan memperkuat hilirisasi industri.


"Saya akan perintah satu per satu perusahaan apa pun, swasta maupun BUMN, yang berkaitan dengan tambang minerba untuk masuk ke hilirisasi. Untuk apa? Sekali lagi agar komoditas kita lebih tinggi nilainya. Tidak kirim mentah, tidak kirim dalam bentuk roll material, namun memberikan nilai tambah bagi negara dimana nantinya akan memberikan income yang lebih tinggi kepada negara dan bisa menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, ini gol yang penting bagi rakyat dan tentu saja membuat bangsa kita semakin mandiri dan maju," papar Presiden Jokowi. 


Presiden Jokowi juga menjelaskan, smelter akan dibangun dengan desain single line, dan akan menjadi yang terbesar di dunia karena mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. 


"Bisa bayangkan 1,7 juta ton itu kalau dinaikkan truk yang kecil, itu biasanya bisa ngangkut 3 sampai 4 ton. Berarti berapa truk yang akan berjejer di sini. Kalau tiga ton 1 truk kecil itu, artinya akan ada 600 ribu truk di sini, bayangkan gede sekali atau 480.000 ton logam tembaga," paparnya. 


"Saya berharap kehadiran PT. Freeport Indonesia di kawasan ekonomi khusus ini, akan menjadi daya tarik bagi industri-industri lain untuk masuk ke KEK Gresik ini. Khususnya industri turunan tembaga agar ikut berinvestasi di sini," pungkas presiden Jokowi. 


Pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh agar iklim investasi kita semakin baik. Infrastrukturnya akan terus didukung, kemudahan dan kepastian berusaha akan didukung, kemudian ketersediaan SDM sesuai dengan kebutuhan industri juga nanti didukung Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten agar KEK Gresik ini semakin maju, dan Indonesia akan semakin diminati sebagai tujuan investasi.

×
Berita Terbaru Update