Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tingkatkan Layanan Untuk Anak berkebutuhan Khusus, Ini Yang Dilakukan Bupati Ngawi...

Kamis, 16 September 2021 | 19.33.00 WIB Last Updated 2021-09-16T12:33:34Z

 

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono saat wawancara dengan awak media

Laporan : Salsabiila | Kontributor Ngawi

Editor : Budi Santoso | Kaperwil Jatim


NGAWI,Harian7.com - Demi mengenal lebih dekat dengan anak-anak berkebutuhan khusus, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono melakukan kunjungan ke Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Beranda Istimewa di Desa Grudo, Kecamatan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (16/9/2021).


Kunjungan tersebut tidak lain sebagai bentuk dukungan terhadap tenaga pengajar dan siswa agar tetap semangat dalam belajar dan mengajar. Bupati Ngawi sangat mengapresiasi Kepala Sekolah dan kawan-kawan tenaga pendidik yang berkomitmen serta bisa memberikan layanan pendidikan pada anak-anak berkebutuhan khusus.


Ada beberapa step atau tahapan yang harus diperhatikan bagi anak yang berkebutuhan khusus, salah satunya bagaimana memastikan agar mendapatkan penanganan yang benar dalam tumbuh kembangnya.


Karena jika gagal dalam memberikan penanganan yang benar diwaktu tumbuh kembang, kedepannya tidak akan bisa maksimal. Salah satu cara memaksimalkan  adalah dengan diadakannya sosialisasi terhadap orang tua.


Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengatakan, bahwa kedepannya akan menggandeng bunda paud sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK untuk pengadaan sosialisasi kepada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar kedepannya ada pengawalan dari awal tumbuh kembang dimana saat dewasa nanti bisa beradaptasi dan bersosialisasi dengan baik.


"Semoga kedepannya kita bisa memberikan edukasi mengenai pengawalan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus serta memiliki tempat yang representatif sesuai harapan para guru dan menjadi tempat yang nyaman untuk belajar mengajar," ungkap Ony Anwar Harsono.


Sementara, Kepala Sekolah sekaligus pemilik SLB Beranda Istimewa, Reni Purwitasari menjelaskan berdirinya sekolah ini diawali dengan niat agar sang anak bisa tetap mendapatkan pedidikan yang layak karena sudah 3x mengalami penolakan untuk bersekolah di sekolah umum.


"Tujuan kami tidak lain untuk membantu anak berkebutuhan khusus yang ada di Ngawi agar bisa tertangani dengan baik," ungkap Reni


Jumlah siswa di sekolah ini sendiri untuk SLB ada 25 anak dan untuk TK ada 11 anak. Dijelaskan Reni bahwa selama pandemi, sekolah tetap berjalan seperti biasa bahkan sebelum pandemi sudah menerapkan sistem shift dikarenakan keterbatasan tempat yang kecil, dimana setiap anak akan mendapat jatah durasi waktu sekitar 2 jam.


"Saya berharap nantinya bisa punya gedung sendiri, karena ini masih menggunakan rumah pribadi yang saya dirikan tahun 2006," ungkap Reni kepada Harian7.com

×
Berita Terbaru Update