Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringati Bersih Desa, Desa Simo Kendal, Kabupaten Ngawi Gelar Wayang Kulit Virtual

Senin, 06 September 2021 | 13.11.00 WIB Last Updated 2021-09-06T11:31:28Z

 

Penyerahan tokoh wayang dari Kepala Desa Simo, Sugino kepada Ki Dalang Alex Budi Sabdo Utomo


Laporan : Salsabiila | Kontributor Ngawi

Editor : Budi Santoso | Kaperwil Jatim


NGAWI,Harian7.com - Pagebluk mayangkoro corona virus 2019 memukul mundur segala kegiatan masyarakat. Tak terkecuali pekerja seni terutama pakeliran wayang kulit yang terdampak parah karena pandemi Covid-19.


Pagelaran wayang kulit tradisional yang diadakan di Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang dulu biasa diadakan secara langsung dengan mengundang kerumunan, kini hanya di hidupkan di layar virtual. 


Namun, walaupun hanya di layar virtual wayang ringgit purwo bisa tetap digelar walaupun masih dalam situasi pandemi covid-19.


Wayang Kulit Purwo yang di selenggarakan di Desa Simo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dilaksanakan dalam rangka Bersih Desa atau menurut orang jawa biasa disebut Nyadran atau Sadranan.


Acara tradisional tersebut sudah turun temurun dilakukan sejak jaman nenek moyang warga Simo dengan tujuan memohon keselamatan kepada Tuhan yang Maha Esa untuk warga Desa Simo.


Acara diselenggarakan di halaman rumah Kepala Desa pada malam Senin Kliwon setiap tahunya yang jatuh pada hari minggu tanggal, 5 september 2021dengan dua dalang Ki Gutoyo dan Ki Alex Budi Sabdo Utomo yang juga dalang putra daerah.


Pagelaran wayang kulit mengambil lakon "Tundung Kolo" yang dihadiri oleh Camat Kendal, Husnu Heri Purwanto, Forpimcam Kendal, tokoh masyrakat, dan tokoh agama dengan kapasitas terbatas.


Kepala Desa Simo, Sugino mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara bersih desa dengan menggelar wayang kulit sehingga acara tersebut bisa terlaksana walaupun hanya secara virtual.


Masyarakat juga merasa senang dan semangat gotong royong untuk nguri-uri budaya jawa yang sudah turun temurun dilestarikan. Pemerintah desa juga menyediakan sebelas titik untuk menyaksikan wayang kuit tersebut lewat layar zoom meeting.


Di lokasi pagelaran wayang kulit tetap mematuhi dan menjaga protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Acara wayang kulit virtual diadakan pada Senin (6/9/2021) mulai pukul 20.30 WIB dan selesai pukul 01.30 WIB.


Camat Kendal, Husnu Heri Purwanto mengatakan, warga boleh menggelar hiburan berbetuk wayang kulit namun harus mematuhi anjuran Pemerintah sesuai Undang-Undang yang berlaku selama masa pandemi belum benar-benar pulih.


Husnu Heri Purwanto mengatakan, dirinya berpesan kepada seluruh warga untuk tetap mentaati prokes dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan sebagai upaya memutus mata rantai covid-19.


"Kami berharap acara wayang tersebut bisa menjadi contoh bagi wilayah lain, dimana disamping memberikan hiburan bagi warga dan pekerja seni, juga menjadi mata pencaharian tetap supaya roda perekonomian di wilayah Kendal bisa berjalan dengan lancar," ungkap Husnu Heri Purwanto.

×
Berita Terbaru Update