Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jatim Jadi Satu-satunya Provinsi di Indonesia yang Capai Level 1 Penanganan Covid-19

Sabtu, 18 September 2021 | 11.40.00 WIB Last Updated 2021-09-18T04:40:00Z

 

Forkopimda Jawa Timur saat Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (18/9/2021)

Laporan : Salsabiila
Editor : Budi Santoso | Kaperwil Jatim


SURABAYA,Harian7.com - Jawa Timur merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia dengan level 1, berdasarkan assessment dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dimana assessment itu diadopsi dari World Health Organization (WHO).


Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada beberapa data yang mungkin bisa dijadikan referensi bahwa Jawa Timur sudah masuk level 1.


"Alhamdulillah atas kerja sama, gotong royong dan kekompakan kita semua, Jawa Timur menjadi provinsi pertama dan satu-satunya di Indonesia yang masuk level 1," ucap Khofifah.


Ketua rumpun kuratif satgas covid Jatim, Dr. Joni Wahyu Hadi memaparkan, indikator capaian Pulau Jawa dan Bali, hanya Jawa Timur yang assessment 1 dari 6 parameter. Dari testing, tracing, treatment, kemudian kapasitas respons semuanya memadai pada level 1.


Kalau dilihat dari progresnya, dibandingkan tanggal 1 Agustus kemarin, di mana masih ada 30 Kabupaten Kota waktu itu, sekarang sudah tidak ada lagi. Kemudian ada 10 Kabupaten kota di level 1 dan 26 di level 2, ini masih menjadi PR kita semuanya.


Kalau dari tingkat zonasi, masih ada 2 daerah, yakni Kabupaten Blitar dan Bangkalan di level 3, kemudian tidak ada yang level 4, ada 10 yang level 1, dan 26 yang level 2.


"Kalau kita lihat zonasinya sudah tidak ada lagi zona merah. Zona merah di Kabupaten kota di Jawa Timur ada 34 menjadi 37, kalau kita lihat dari BOR sudah turun semuanya di bawah 60%, WHO mensyaratkan 60%, untuk ICU 18%, kemudian isolasi rumah sakit 18% dan untuk rumah sakit darurat hanya 13% persen. Artinya ini bahwa di masyarakat pun itu juga kecil hasilnya cuma 13%," ungkap Dr. Joni Wahyu Hadi


"Jadi ICU rumah sakit kemudian isolasi rumah sakit, rumah sakit lapangan semuanya di bawah 60%, artinya sudah masuk di dalam standar WHO untuk memadai," ucapnya.


Gambaran ICU di kabupaten kota kurang dari 20% itu sudah hijau. Jadi tanggal 16 September ini tidak ada ICU yang di bawah 20%.


"Untuk yang antri di UGD kita lihat pada bulan Juli kemarin itu begitu tinggi, tapi sekarang semuanya sudah tidak ada, antrian di UGD turun drastis dari PPKM darurat waktu itu sekitar 83,5% per hari di awal Agustus 36,5% dan sekarang sudah tidak ada lagi antrian di UGD, ini artinya case di masyarakat, bukti bahwa sangat menurun," paparnya.


"Sementara untuk vaksinasi 1, saat ini mencapai 38,34%, vaksinasi yang ke2 20,57%. Kalau kita simpulkan memang vaksinasi belum 70% atau 80% tetapi Jawa Timur sudah bisa mengendalikan laju penularan, maupun kapasitas responnya dengan baik. Artinya prokes di Jawa Timur sudah on the day," paparnya.


Lebih lanjut, Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto mengatakan, ini merupakan capaian yang luar biasa, namun kami tidak berpuas diri, kami menyadari sepenuhnya bahwa pandemi covid-19 ini jauh dari selesai jadi berakhir dan di Jawa Timur sendiri memang secara provinsi sudah menduduki level 1, tapi sebetulnya di tingkat kabupaten kota masih banyak yang harus ditingkatkan.


"Baru 10 kabupaten kota yang benar-benar level 1, kemudian ada 26 kabupaten kota yang menduduki level 2 dan masih ada 2 kabupaten yang menduduki level 3. Ini yang masih level 3 ini kami akan tingkatkan menjadi level 2 dan yang level 2 mudah-mudahan bisa menambah kepada yang level 1 dan yang level 1 bisa dipertahankan," pungkas Mayjend TNI Suharyanto


Yang menjadi fokus kami bersama di samping penanganan covid itu sendiri, tentu saja vaksinasi. Vaksinasi Jawa Timur relatif cukup tinggi sebetulnya, dari segi jumlah kita sudah 12 juta hampir 13 juta yang sudah divaksin dosis 1, tapi memang ada beberapa kabupaten yang juga harus ditingkatkan, paling tidak ada 3 kabupaten yang terus kita dorong antara lain Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Bangkalan.


Kendati demikian, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif, di dalam pencapaian level 1 di seluruh Jawa Timur.


"Ini pasti bisa berhasil kalau masyarakat mendukung. Tentunya kami dari jajaran Polda Jatim siap mendukung Ibu Gubernur dan Bapak Pangdam di dalam bersinergi untuk mempertahankan meningkatkan serta menjaga level 1 di jajaran Jawa Timur," akunya.


"Kami memohon kepada masyarakat karena memang covid-sembilan belas masih lama ayo tetap kita disiplin broadcast sehingga situasi makin membaik tentunya harapan ke depan ekonomi dapat juga membaik," pungkas Irjen Pol. Nico Afinta

×
Berita Terbaru Update