Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sesosok Mayat Gegerkan Warga, Begini Kronologinya..

Jumat, 06 Agustus 2021 | 16.46.00 WIB Last Updated 2021-08-06T10:15:44Z

 

Tim medis bersama petugas Polsek Prambon saat identifikasi jenazah di Puskesmas Prambon,Nganjuk, Jumat (6/8/2021)


Laporan : Indra W | Kontributor Nganjuk

Editor : Budi Santoso | Kaperwil Jatim


NGANJUK,harian7.com - Penemuan sesosok mayat perempuan gegerkan warga yang tinggal disekitar aliran sungai Desa Sanggrahan, RT/RW 03/01, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.


Menurut informasi, jenazah ditemukan pada Jumat (6/8/2021) sekitar pukul 06.30 WIB oleh warga sekitar dan langsung melaporkan penemuan ini ke KSPK Polsek Prambon via telepon.


"Kejadiannya tadi pagi, mayat ditemukan warga sudah dalam kondisi mengapung di aliran sungai," ungkap AKP M. Sudarman


Berdasarkan keterangan, kronologi berawal dari saksi 1 yaitu Tohari yang saat itu sedang mengobrol dengan warga lain di tepi sungai melihat ada mayat yang terapung di aliran sungai dan berteriak untuk meminta bantuan warga lain. Saat itu pelapor dan saksi 2 yaitu Budi Ismanto yang juga berada di warung sekitar tkp mendengar teriakan saksi 1 langsung bergegas membantu menepikan mayat menggunakan kayu dan mayat diangkat ke tepi sungai.


Pukul 06.45 WIB petugas Polsek Prambon dipimpin KSPK bersama Bhabinkamtibmas Desa Sonoageng membawa mayat ke Puskesmas Prambon untuk diidentifikasi.


Kapolsek Prambon, AKP M. Sudarman mengatakan, bahwa sudah ada hasil yang keluar berdasarkan olah keterangan para saksi dan olah TKP yang dilakukan Polsek Prambon dan tim indentifikasi Polres Nganjuk serta dikuatkan oleh tim medis Puskesmas Prambon.


"Korban meninggal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan sehingga dilakukan pemeriksaan luar dan pihak keluarga bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi," ungkap AKP M. Sudarman.


Berdasarkan keterangan keluarga, diketahui sosok mayat tersebut berjenis kelamin perempuan, berusia 49 tahun dengan tinggi kurang lebih 155 cm dan memiliki riwayat sakit diabet dan struk selama 2 tahun.


"Selanjutnya atas kejadian meninggalnya korban, pihak keluarga menerima dengan ikhlas karena diangggap musibah dan tidak akan menuntut kepada pihak manapun," tutup AKP Sudarman.

×
Berita Terbaru Update