Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Manuver ke Petani Anggur, Pemuda Asal Ngawi Raup Omset Puluhan Juta Rupiah

Minggu, 22 Agustus 2021 | 12.53.00 WIB Last Updated 2021-08-22T05:53:50Z

 

Fauzan Galih, petani asal Ngawi yang membudidaya anggur dengan berbagai jenis varietas di Kelurahan Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Minggu (22/8/2021)

Laporan : Salsabiila | Kontributor Ngawi
Editor : Budi Santoso | Kaperwil Jatim


NGAWI,harian7.com - Gencaran PPKM yang terus diperpanjang membuat sebagian orang kebingungan karena perekonomian menjadi tidak stabil. Banyak orang melakukan "manuver" untuk bisa bertahan hidup.


Sama halnya yang dilakukan Fauzan Galih, seorang petani dari Kelurahan Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi yang akhirnya memilih untuk membudidaya Anggur.


Meskipun bukan jenis buah lokal asli Indonesia, namun anggur merupakan buah yang cukup populer di Indonesia. Dengan ciri berbentuk buat dengan beraneka warna ini ternyata bisa tumbuh dengan baik sesuai iklim Indonesia.


Fauzan Galih mengatakan, dirinya memfokuskan penjualannya pada bibit anggur dengan jenis budidaya kurang lebih 35 varietas, diantaranya ada jenis Ninel, Jupiter, Julian, Dixon. Diketahui empat jenis tersebut yang paling populer di pasaran Indonesia.


"Sebenarnya semua jenis anggur itu impor, tapi ada beberapa yang sering kita sebut lokal yaitu jenis Isabel dan Redmaster. Tapi kita tidak terfokus pada lokalnya," ungkap Galih kepada Harian7.com


Menurut Galih, penanaman anggur bisa dilakukan dimana saja asal bisa menciptakan suhu atau kondisi yang diinginkan oleh anggur itu sendiri dan lebih cocok berada di dataran rendah. Selain itu, umumnya tanaman anggur sudah bisa berbuah di usia 6 bulan setelah tanam. Dengan catatan, tanaman anggur harus dirawat dengan baik. Seperti menyediakan media tanam yang bagus, pemupukan, dan penanggulangan hama .


Selain itu, agar menghasilkan buah yang bagus dan maksimal bisa digunakan metode pruning yaitu pemangkasan batang dan daun pada tanaman anggur. Karena jika tidak di pruning, kemungkinan tanaman tidak akan berbuah.


Diketahui anggur sendiri merupakan jenis tanaman buah yang tidak mengenal musim. Artinya, anggur bisa dibuahkan setiap saat dengan menggunakan peralatan tertentu atau setelah dilakukan pruning.


Lebih lanjut, Galih menjelaskan, untuk pemasaran bibit anggur sendiri, saat ini Galih menjual secara online maupun melayani pembeli yang datang kerumahnya secara langsung. Rata-rata satu bibit anggur yang dijualnya dipatok harga dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung varietas bibit anggurnya.


"Kalau untuk penjualan kita lebih banyak menggunakan beberapa market place seperti shopee dan facebook, dan untuk pengiriman kita sudah menjangkau Samarinda, Sabang, Banda Aceh dan baru akan menjangkau ke luar negeri juga," tutup Fauzan Galih.

×
Berita Terbaru Update