Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kasus Covid-19 di Ngawi Mulai Landai, Bupati Ngawi : Jangan Abaikan Prokes

Selasa, 24 Agustus 2021 | 21.25.00 WIB Last Updated 2021-08-24T14:25:50Z

 

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono saat melakukan cek kasus covid-19 di salah satu rumah sakit di Kabupaten Ngawi, Selasa (24/8/2021)

Laporan : Salsabiila | Kontributor Ngawi
Editor : Budi Santoso | Kaperwil Jatim


NGAWI,harian7.com - Seiring ditetapkannya PPKM dan masih terus diperpanjang hingga kini, Pemerintah masih terus gencar lakukan pembatasan dibeberapa wilayah guna mengantisipasi terjadinya lonjakan, sehingga kasus covid-19 bisa mengalami penurunan.


Begitu juga di Kabupaten Ngawi, berdasarkan data kasus covid-19, Kabupaten Ngawi mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bisa dilihat dari beberapa rumah sakit rujukan yang ada di Ngawi dimana ICU nya sudah dibawah 50 persen.


Angka kematian akibat covid-19 hingga saat ini juga mengalami penurunan yang jika ditotal jumlah komulatif menjadi kurang lebih 750 (mulai dari awal covid) dengan rata-rata kematian per hari nya 4 sampai 5 orang dan rata-rata penyebaran per hari sudah dibawah satu atau sekitar 0,8.


Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengatakan, meskipun sudah mulai landai, harus tetap waspada dan jangan terlalu mengabaikan prokes.


"Kita harus tetap waspasa, tidak karena situasi kita sedang landai jadi segala aktivitas mengabaikan prokes. Karena penularan virus ini merupakan mutasi replikasi," ungkap Ony Anwar Harsono


Meskipun jumlah kasus covid-19 mengalami penurunan drastis, namun Pemkab Ngawi tetap menyiapkan rumah sakit rujukan dengan peralatan yang memadai. Seperti halnya di Rumah Sakit Dr. Soeroto Ngawi sudah di instalkan oksigen serta mengkonfersi ICU dari 6 menjadi 24 dan masih terus berlanjut.


Untuk kedepannya yang akan di gencar adalah percepatan vaksinasi untuk mengejar herd immunity. Di Kabupaten Ngawi sendiri, setiap puskesmas sudah mulai menarget dimana setiap harinya ada 300 yang harus divaksin agar nantinya bisa memiliki kekebalan secara kolektif dan pasif sehingga bisa memberikan efek imunitas yang baik.


Ony Anwar Harsono menambahkan, dan terkait arahan Presiden mengenai Pertemuan Tatap Muka (PTM) siswa harus adanya syarat yang terpenuhi, antara lain memastikan semua pengajar telah di vaksin hingga dosis ke-2 dan sudah boleh dilakukan simulasi PTM dimana tetap berdasar pada tim gugus covid-19 Kabupaten Ngawi.


"Jika memungkinkan, baik pengajar dan pelajar yang telah divaksin, simulasi secara sarana prasarana bisa, dan indeks tranmisired nya sudah bagus maka kita akan tetap mulai adakan PTM," tutup Ony Anwar Harsono.

×
Berita Terbaru Update