Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Tidak Transparan, Kemana Larinya Dana Kelompok Tani Sedyo Rahayu?

Minggu, 29 Agustus 2021 | 14.14.00 WIB Last Updated 2021-08-29T07:15:24Z

 

Infrastrukur jalan produksi Pangan Kelompok Tani (POKTAN) Sedyo Rahayu di Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur

Laporan : Budi Santoso


NGAWI,harian7.com - Kucuran Dana Kelompok Tani (POKTAN) Sedyo Rahayu, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi diduga tidak transparan.


Dana yang digunakan untuk menunjang sarana prasarana infrastrukur jalan produksi Pangan Kelompok Tani (POKTAN) Sedyo Rahayu, Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dengan dana yang di gelontorkan dari Dinas Provinsi Jawa Timur sebesar 300 juta terkesan tidak ada bentuk fisiknya.


Salah satunya adalah proyek jalan dengan tahap pengerjaan hampir 90% yang sampai sekarang tidak ada papan proyek atau prasasti transparansi anggaran dan rab anggaran pengerjaan.


Saat dikonfirmasi awak media Harian7.com, Kepala Dinas BPP Kecamatan Sine, Lilik menjelaskan, tidak tau tentang anggaran kuklak juklisnya.


"Saya tidak bisa menjelaskan, karena tidak tau mengenai anggaran tersebut," ungkap Lilik.


Menurut kabar yang beredar, pengerjaan yang dilakukan Kelompok Tani (POKTAN) Sedyo Rahayu, Desa Kuniran dilakukan secara swakelola.



Menurut keterangan Ketua Kelompok Tani Sedyo Rahayu, Bambang Hartono membenarkan bahwa pengerjaan jalan tersebut berasal dari Anggota Poktan Sedyo Rahayu dengan anggaran dari Dinas Provinsi sebesar Rp 200.000.000,- dan pencairannya dilakukan secara bertahap.


"Papan transparansi tidak dipasang dan selanjutnya saya akan memasang Konsultan dari Ngawi," ujar Bambang Hartono.


Hartono menambahkan, proyek infrastuktur jalan produksi satu paket yang ada di ngawi belum sepenuhnya seratus persen dan belum diteruskan karena menunggu pencairan dana termaent berikutnya.


"Sampai saat ini, proyek sudah hampir selesai. Tinggal urug bahu jalan yang belum dikerjakan dan dana baru dicairkan Rp 40.000.000,- " tutup Hartono.


Sedangkan para pekerja yang sedianya digaji atau honor sampai saat ini belum menerima upah kerja.

×
Berita Terbaru Update