Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi di Pesantren

Minggu, 25 Juli 2021 | 20.32.00 WIB Last Updated 2021-07-25T13:32:47Z

 


Laporan : Indra W | Kontributor Nganjuk

Editor : Budi Santoso | Kaperwil Jatim


SIDOARJO, harian7.com - Forkompimda Jawa Timur meninjau pelaksanaan vaksinasi berbasis pelajar. Hal ini dilakukan dalam rangka percepatan vaksinasi, sehingga HUT ke-76 bisa mewujudkan Herd Immunity diJatim.


Di sampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat di Pondok Pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat, Lebo Sidoarjo, Minggu (25/7/2021).


Peninjauan vaksin dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Suharyanto, Panglima Komando Armada II (Pangkormada II), Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nico Afinta, serta didampingi Kabinda Jatim, Marsma TNI Rudy Iskandar, Sekda Provinsi Jatim, Pejabat Utama Polda Jatim, dan Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya.


Vaksinasi di pondok pesantren ini dikhususkan untuk anak-anak berusia 12 sampai 17 tahun, dengan target 3 juta 50 ribu. 


"Lalu yang usia SMA, SMK di Jawa Timur adw 1,3 juta. Jadi itu yang kita maksimalkan dari stok yang ada, pokoknya kita ingin memaksimalkan dari seluruh sinergitas yang bisa kita bangun, kita maksimalkan," ungkap Khofifah Indar Parawansa.


Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, harapannya kita tetap semangat dan dapat mencapai target pada saat HUT ke-76 dan bisa mencapai herd immunity. 


"Kita bangun semangat, kita sih pinginnya, HUT-76 ya kita herd immunity-nya bukan 70 tapi 76 persen. Dan saya ingin menyampaikan bahwa sampai dengan hari ini yang tercatat di dashboard Kemenkes, vaksinasi Jawa Timur dosis 1 masih tertinggi diseluruh Indonesia. Dosis ke 2 juga tertinggi," ujar Khofifah. 


Kita jaga supaya ritme ini tetap bisa kita bangun,bsemangat sinergitas yang terus lebih baik agar menghasilkan herd immunity lebih cepat. 


"Untuk dosis vaksin itu tergantung datangnya ya, kalau kita kebutuhannya hampir 31 juta, dari total itu datangnya tidak bisa di pastikan, bisa 220 ribu dosis, kemarin pagi datang 506 ribu dosis, tapi ya langsung habis dibagi," tandasnya.

×
Berita Terbaru Update