Notification

×

Iklan


 

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Panglima TNI dan Kapolri Berikan Arahan dalam Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan

Jumat, 11 Juni 2021 | 23.09.00 WIB Last Updated 2021-06-11T16:09:04Z

 


Laporan : Salsabiila

Editor : Budi Santoso | Kaperwil Jatim


JATIM NEWS,harian7.com - Panglima TNI dan Kapolri memberikan pengarahan kepada Pangdam V Brawijaya, dan Kapolda Jawa Timur terkait penanganan covid-19 di Jawa Timur, Jumat (11/6/2021) di Lanud Juanda, Sidoarjo. 


Dalam kegiatan tersebut, Pangdam V/Brawijaya memaparkan situasi penyebaran covid serta langkah - langkah penanganan penyebaran covid-19 di Jawa Timur. Hal tersebut dilakukan karena terjadi peningkatan kasus aktif yang signifikan. Dari data yang didapat 3 hari terahir, tanggal 8 sebanyak 389 kasus, tanggal 9 sebanyak 401 kasus dan tanggal 10 sebanyak 425 kasus aktif.


"Ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit rujukan covid-19 di Kabupaten Bangkalan, mencapai 80%. Untuk itu kami berupaya menyediakan tempat isolasi mandiri di Balai Pengembangan Wilayah Surabaya dan Madura (BPWS), Balai Diklat Pemda Bangkalan, dan Universitas Bangkalan," papar Pangdam V Brawijaya. 


Upaya yang dilakukan dalam penanganan covid-19 di Kabupaten Bangkalan, diantaranya penerapan 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak. Serta 3T yaitu Testing , Tracing, Treatment.


Cara pengendalian kasus tersebut, diantaranya dengan optimalisasi fungsi PPKM Mikro, memastikan ketersediaan BOR, pemberian sembako, dan peningkatan vaksinasi. 


Sementara, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam kegiatan tersebut pengarahan untuk pelaksanaan vaksinasi diprioritaskan terhadap lansia, karena porsentase angka kematiannya tinggi.


"Isolasi mandiri harus dilakukan dibawah pengawasan yang ketat, supaya tidak menjadi faktor pemicu meningkatnya penyebaran," ujar Hadi Tjahjanto


Hadi Tjahjanto menambahkan, akan dilaksanakan briefing terhadap anggota yang melaksanan tugas supaya memahami tugas pokok dalam penanganan covid-19.


Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan sudah mulai terkoordinir dan terorganisir, serta sinergritas dalam penanganan covid 19 harus tetap dijaga.


"Menurut analisa Presiden Jokowi, kita lemah di testing dan tracing, tetapi kuat di treatment. Hal tersebut dapat menjadi evaluasi dalam penanganan covid-19 kedepan," ungkap Listyo Sigit Prabowo. 


Pelaksanaan optimalisasi PPKM Mikro akan terus dilakukan, terutama didaerah dengan angka sebaran covid-19 yang tinggi. Tes PCR harus dioptimalkan pelaksanaannya, agar hasilnya tidak lebih dari 1 hari," tegasnya 


Lebih lanjut, Kapolri menegaskan, dalam penanganan manajemen covid-19 harus bagus mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai pada tahap pengawasan.


"Penanganan lonjakan penyebaran covid-19 di Bangkalan bisa menjadi role mode dan diadopsi oleh wilayah lain apabila mengalami hal serupa, mulai dari pembagian rayonisasi, pengorganisasian hingga penanganan lainnya," pungkas Listyo Sigit Prabowo.


×
Berita Terbaru Update